Interview with GCI Alumni: Celin from Indonesia


In this GCI Alumni Interview Series, we feature past participants of the Global Consumer Intelligence (GCI) program and share their experiences, learning journeys, and career growth after joining GCI.
This article features Talitha Celin Widjaja, a final-year Information Systems for Business student at Ciputra University from Indonesia. Through this interview, Celin shares what motivated her to join GCI, the skills and knowledge gained through the program, and how the experience has contributed to Celin’s academic and professional journey.
Q1: Please introduce yourself
(In English)
My name is Talitha Celin Widjaja. I’m Indonesian, although I was born in Singapore and later moved to Indonesia. I’m currently a final-year student at Ciputra University in Surabaya, Indonesia, majoring in Information Systems for Business. My studies focus on the intersection of technology and business, with a particular interest in data, AI/ML, and business strategies that can help solve real-world problems.
(In Indonesian)
Nama saya Talitha Celin Widjaja. Saya lahir di Singapura dan kemudian pindah ke Indonesia. Saat ini, saya adalah mahasiswa tingkat akhir di Universitas Ciputra, Surabaya, Indonesia, dengan jurusan Sistem Informasi Bisnis. Studi saya berfokus pada irisan antara teknologi dan bisnis, dengan minat khusus pada data, AI/ML, serta strategi bisnis yang dapat membantu memecahkan masalah di dunia nyata.
Q2: What motivated you to join GCI?
(In English)
I was really curious about data science, the opportunities it offers, and whether it is the right career path for me, especially through a program connected with the University of Tokyo! I also wanted to expand my skills and knowledge in this area and gain another point of view or perspective beyond what I learned at my university.
(In Indonesian)
Saya sangat penasaran dengan bidang data science, mulai dari peluang kariernya hingga apakah bidang ini cocok dengan minat saya, terutama juga karena program ini bekerja sama dengan University of Tokyo. Saya juga ingin memperluas pengetahuan dan keterampilan saya di bidang ini, sekaligus mendapatkan sudut pandang baru yang berbeda dari apa yang saya pelajari di universitas saya.
Q3: What skills, knowledge, or experiences did you gain through GCI?
(In English)
GCI helped me develop valuable skills, such as creating business proposals, presenting technical ideas to non-technical audiences, and exploring new data science methods. It also strengthened my Python programming skills and taught me how to create well-structured, detailed notebooks that clearly communicate my work.
The highlight, however, was the opportunity to visit the University of Tokyo! Experiencing Japan, meeting UTokyo professors and students, exchanging ideas with peers from around the world, and learning about cutting-edge research and career opportunities was truly inspiring. The experience broadened my perspective, exposed me to new ways of thinking, and motivated me to pursue even greater goals in my career.
(In Indonesian)
GCI membantu saya mengembangkan potensi diriku, mulai dari menyusun proposal bisnis, menyampaikan ide-ide teknis kepada audiens non-teknis, hingga mempelajari berbagai teknik baru di bidang data science. Program ini juga meningkatkan kemampuan Python saya dan mengajarkan saya cara membuat notebook yang lebih rapi, terstruktur, dan mudah dipahami.
Namun, pengalaman yang paling berkesan adalah kesempatan untuk mengunjungi University of Tokyo! Saya bisa merasakan langsung pengalaman berada di Jepang, bertemu dengan profesor dan mahasiswa UTokyo, bertukar ide dengan teman dari berbagai negara, serta belajar tentang penelitian terbaru dan berbagai peluang karier. Pengalaman ini benar-benar membuka wawasan saya, memberi saya cara pandang yang baru, dan memotivasi saya untuk terus berkembang serta mengejar tujuan yang lebih besar dalam karier saya.
Q4: How has GCI helped you in your academic or professional journey?
(In English)
Throughout my academic journey, I realized that being successful in technology is not just about coding, it’s also about communicating ideas effectively. GCI helped me learn new techniques while strengthening my presentation and communication skills. More importantly, it boosted my confidence in combining technology and business, which aligns with the career path I hope to pursue in the future
(In Indonesian)
Dalam perjalanan akademik saya, saya menyadari bahwa untuk sukses di bidang teknologi, kemampuan coding saja tidaklah cukup, kemampuan untuk menyampaikan ide dengan baik juga sama pentingnya. GCI membantu saya mempelajari berbagai teknik baru sekaligus mengasah kemampuan presentasi dan komunikasi saya. Yang terpenting, program ini membuat saya semakin percaya diri untuk menggabungkan teknologi dan bisnis, sebuah bidang yang ingin saya tekuni dalam perjalanan karier saya ke depannya.
Q5: What was the most memorable part of your GCI experience?
(In English)
One of the most memorable parts of GCI for me was the Japan Tour. Visiting Matsuo Lab and the robotics facilities at the University of Tokyo, meeting students from different countries, and exchanging ideas about AI and the latest research really broadened my perspective. It made me realize how vast the field of data science is and inspired me to keep learning. As someone who has always been interested in Japanese culture, being able to connect that passion with technology made the experience even more meaningful. Another part was the final business proposal project, which challenged me to think more critically and apply what I had learned to solve real-world problems.
(In Indonesian)
Salah satu pengalaman GCI yang paling berkesan adalah The Japan Tour. Kesempatan mengunjungi Matsuo Lab dan area robotik di University of Tokyo, bertemu dengan mahasiswa dari berbagai negara, serta berdiskusi tentang AI dan perkembangan riset terbaru benar-benar membuka wawasan saya. Pengalaman tersebut membuat saya semakin sadar bahwa dunia data science sangatlah luas dan masih banyak hal yang bisa dipelajari. Selain itu, karena saya memiliki ketertarikan pada budaya Jepang, pengalaman ini terasa semakin bermakna karena bisa menghubungkan minat tersebut dengan bidang teknologi. Selain Japan Tour, hal lain yang juga berkesan adalah tugas akhir berupa business proposal, saya terlatih untuk berpikir lebih kritis dan menerapkan ilmu GCI untuk menyelesaikan permasalahan di dunia nyata.
Q6: What would you say to someone considering applying to GCI?
(In English)
For anyone considering applying, I’d say: be curious and give it a try! GCI is not only a positive place to build your data science skills, but also an opportunity to connect with like-minded peers from different countries and backgrounds. You’ll gain valuable insights by learning with people who bring diverse perspectives. Along the way, you may discover new skills, broaden your horizons, and even find a clearer direction for your future career!
(In Indonesian)
Untuk siapapun yang sedang mempertimbangkan untuk daftar: jangan ragu dan coba saja! GCI bukan hanya tempat untuk mengembangkan kemampuan di bidang data science, tetapi juga kesempatan untuk bertemu dengan teman baru yang memiliki minat yang sama dari berbagai negara dan latar belakang. Anda akan mendapatkan banyak wawasan baru dengan belajar bersama orang-orang dengan perspektif yang beragam. Mungkin, kamu juga akan menemukan keterampilan baru, memperluas cara pandangmu, bahkan menemukan arah karier yang lebih jelas untuk masa depanmu!
Thank you, Celin, for sharing your GCI experience with us!
Through the GCI Alumni Interview Series, we hope to highlight the diverse stories of our alumni and show how GCI supports students and professionals in developing practical AI, data science, and business skills for the future.